Di balik rencana umroh..

Bismillah..

Udah lama banget ya gak nulis? Hehe. Ya gitu lah selalu ada yang namanya penyakit MALES kalo urusan sama yang namanya nulis. Hari ini kebetulan lagi ngantri di money changer, dan masih 20 nomer kedepan, jadi saya sempetin nulis sambil nunggu dipanggil..

•••••••

Alhamdulillah wa syukurilah, akhir April kemarin kami berkesempatan untuk umroh berdua, rasanya sungguh nikmat dan senang banget bisa ibadah sama orang yang disayang. Di postingan ini saya mau cerita proses dibalik pergi umroh, dan proses pencarian travel. Insyaallah di postingan berikutnya disambung kegiatan umroh dan review travel yang kami pilih.

Dalam berumahtangga, saya dan Mas Ewa berkomitmen bahwa selain menabung untuk masa depan kami dan anak2 (untuk hal ini ngga usah dibahas terlalu detail ya, saya rasa setiap keluarga punya pos tabungan dengan anggaran sendiri2); kami merasa bahwa kalau ada uang lebih daripada dibelikan hal-hal tersier lebih baik dijadikan liburan.

Ya, saya dan mas Ewa merasa bahwa liburan itu memberikan experience yang berbeda, bisa melihat banyak budaya dan pandangan baru, dengan tambahan harus semakin mensyukuri karunia Allah SWT. Karena itu bisa dibilang saya kurang suka beli perhiasan, lebih suka dijadiin tiket liburan aja. Tahun ini malah ngga mau upgrade hp, tiap ditanya suami pilih liburan.

Dalam memutuskan liburan, kami suka bikin plan tujuan, tahun ini kemana, tahun depan kemana, bisa lokal bisa keluar negeri, tergantung budget yang kami siap keluarkan. Namun setiap buat itinerary liburan keluar negeri, apalagi yang jauh2 dan berbudget besar, saya merasa kok kurang pas ya udah merencanakan liburan kemana tapi belum mengunjungi rumah baitullah dengan suami?

FYI, saya alhamdulillah sudah pernah pergi umroh sama Ibu Bapak saya, itupun jauh hari di tahun 2007. Akhirnya kami putuskan sejak tahun 2017 lalu bahwa tahun ini kami insyaallah akan berangkat umroh. Saya pun mengajak adik saya dan suaminya yang alhamdulillah mereka mau pergi bareng. Jadi umrohnya seru ada temennya.

Tadinya kami putuskan untuk berangkat berempat dengan anak2, saking kebiasa pergi sama anak2 nggak pernah berpisah. Namun setelah konsultasi sama kedua orangtua saya dan Mas Ewa, mereka menyarankan untuk anak2 ditinggal aja supaya saya berdua bisa fokus ibadah. Duh, pertama kali memutuskan ini kaya berani2 aja, tapi sungguh 10 hari sebelum berangkat kaya perang batin. Siap ngga ya ninggalin anak2? Walaupun setelah pulang dari umroh saya bersyukur ngga pergi dengan anak2.

Karena pergi tanpa anak2, kami putuskan untuk berangkat setelah anak kedua kami, Carissa 1 tahun. Kenapa? karena asumsi saya setelah satu tahun, Carissa bisa makan nasi dan lauk-pauk, minum susu UHT maupun susu formula, sehingga gak terlalu bergantung sama ASI. Walaupun tetep lho di pesawat sampai pulang lagi saya rajin pompa tapi dibuang lagi.. Demi tetap menyusui.

Setelah mantap pergi, akhirnya kami mulai proses pencarian travel agent. Karena kami tinggal di Bandung, jadi kami cari agen umroh yang di Bandung. Pilihan kami ada 3: “SS” “MC” dan “QT”.

Oh ya untuk memutuskan travel menurut saya harus ada poin2 yang jadi pilihan kita:

– budget? kami ingin umroh nyaman, jadi kami putuskan cari umroh yang ratenya bukan rate promo. selain itu kami juga takut kena masalah karena lagi rame kasus SBL & First Travel

– mau naik pesawat apa? pengennya sih Garuda atau Emirates, tapi biasanya rate umrohnya tinggi2. Akhirnya pilihan kami naik Saudia.

– hotel yang dipilih mau bintang berapa? karena biasanya rate / nilai bintang hotel mempengaruhi lokasi dekat / tidak dengan masjid; kami memilih hotel bintang 4 atau 5 namun bukan yang ada di Zam Zam Tower. Kami merasa lokasi hotel mempengaruhi kenyamanan ibadah, namun hotel yang dipilih tidak harus mewah.

– mau umroh aja atau dengan tour ke negara lain? karena meninggalkan anak2, kami putuskan untuk umroh saja tanpa plesir ke negara lain.

– tanggal keberangkatan? karena memutuskan pergi akhir April 2018, kami langsung mengeliminasi travel yang tidak menyediakan tanggal keberangkatan di bulan tsb.

Setelah menimbang-nimbang pilihan kami pun jatuh ke “QT” yaitu Qiblat Tour. Saya ke cabangnya yang di Arcamanik aja, dengan pikiran kalau ada apa2 urusannya gampang. Alhamdulillah di bulan April malah ada program Umroh Milad, jadi dapet discount sekitar Rp 1.5jt per pax, lumayan lah yaaa bisa jadi bekal.

Kami daftar dari bulan Desember 2017, perbulan nyicil bayar, sampai akhirnya lunas tepat satu bulan sebelum keberangkatan. Sekitar dua minggu sebelum pergi, kami diundang untuk manasik haji. Diberi info apa yang harus dibawa kesana dan lain sebagainya. Tidak terasa sebentar lagi waktunya pergi. Di postingan berikutnya saya akan share apa aja yang perlu dibawa plus pengalaman umroh dan review travel yang saya pilih yaa…

Bersambung dulu, keburu dipanggil teller 😆

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s