The Birth Story of Carissa: Part 2

lanjutan part 1 ya…

Mata saya terbuka dan saya masih berada di ruangan operasi. Beberapa tenaga medis terlihat tersenyum dan berkata “Sudah selesai ya Bu, operasinya. Selamat ya Bu..”

Saya sempet bingung karena tidak ada pemasangan gurita, karena saya inget banget waktu melahirkan Nanu langsung dipasang gurita setelah operasi selesai. Saya juga sempat mencari2 Mas Ewa di ruang operasi, tapi ngga ada. Saat itu saya pikir mungkin masih ngurus Carissa.

Suster pun membawa saya ke ruang pemulihan. Saya masih mikir ngga ada yang serius, sampai saya bingung kenapa suster bolak-balik ke ruangan saya dan saat menekan perut saya wajahnya terlihat tegang. Keluarga saya bergantian masuk ruang pemulihan, mengucapkan selamat atas kelahiran Carissa. Saya mulai merasa ada yang serius karena saya merasa sudah lama kok belum juga dibawa ke kamar ya? Bayi saya mana? Sampai akhirnya DSOG saya muncul dan berkata bahwa saya mengalami pendarahan karena pelengketan, jadi masih harus diobservasi di ruang pemulihan karena darah yang keluar masih banyak dan menggumpal. DSOG saya pun mengatakan bahwa saya tidak boleh menggunakan gurita sampai 40 hari kedepan, dia tidak menjelaskan alasannya kenapa, tapi saya rasa ada hubungannya dengan pendarahan. Sungguh ngga langsung pakai gurita itu menyiksa banget, karena saya merasa perut saya buyar kemana-mana tak tertahankan. DSOG saya orangnya baik dan lucu, jadi informasi serius disampaikan dengan pelan dan santai, supaya saya ngga tegang. Saya ngga hafal berapa lama saya di ruangan pemulihan, yang pasti di akhir saya merengek2 minta masuk kamar, karena saya pengen segera lihat bayi saya. Oh ya mas Ewa pun ngga bisa lama-lama di ruang pemulihan, alasannya nanti saya ceritakan di postingan setelah ini ya.

Alhamdulillah, pas adzan dzuhur saya diizinkan masuk ke kamar saya. Keluarga besar sudah berkumpul, namun Carissa baru diantarkan ke kamar sekitar jam 15.00. Saat itulah dalam kondisi masih kesakitan karena operasi SC, saya bisa menggendong dan menyusui langsung anak kedua saya. Alhamdulillah kolostrum keluar saat itu juga, ASI pun mengalir lancar. Malam itu, Carissa langsung bermalam di kamar (rooming-in) bersama saya, Mas Ewa, dan kakaknya, Nanu.

Putri kedua kami beri nama Carissa Almashyra Fatwa , yang artinya:

Carissa: Yang tersayang / Yang terkasih

Almashyra: Menyukai kebajikan / kemahsyuran

Fatwa: Nama ayahnya

Semoga, Carissa kami, tumbuh besar menjadi anak yang shalehah dan bisa bermanfaat bagi keluarga besar dan lingkungannya, aamiin..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s