Carissa Birth Story: benjolan di mata dan tongue tie

Selama di Rumah Sakit Bersalin

  • Cerita di hari H dilahirkan: benjolan di mata

Alhamdulillah Carissa lahir dengan anggota tubuh yang lengkap, berat yang cukup (walaupun terhitung mungil, 2.65kg), namun ada sedikit cerita yang membuat Mas Ewa harus membagi waktu antara saya dan bayi sewaktu proses kelahiran: ada benjolan kecil di mata. DSA kami tidak mau membuang waktu, beliau segera menghubungi dokter mata dan saat itu juga (sewaktu saya masih di ruang operasi), Carissa yang baru lahir dalam hitungan jam langsung dilakukan tes retina mata. Inilah alasan kenapa suami ngga banyak mendampingi saya setelah bayi dilahirkan di ruang pemulihan. Beliau harus menemani Carissa tes retina mata, bertemu dengan dokter mata dan membicarakan hasilnya. Suami tetap tenang sewaktu terima hasilnya, yang mana selain benjolan (ditulisnya hemangioma) ternyata ada flare (kilatan) di dalam mata yang dicurigai retinopathy. Reaksi saya? Dalam hati sebenernya mau menangis, sedih banget jangan ditanya, apalagi setelah saya browsing apa itu hemangioma dan retinopathy, tapi saya mencoba tenang karena melihat suami saya tenang. Saya tidak mau membuat hari mas Ewa lebih buruk dengan terus-terusan menangis dan minta dihibur. Karena diapun perlu dihibur.

IMG_1611

ada benjolan berwarna biru di bawah mata kanannya

Baik DSA dan dokter mata tidak berani mengobservasi terlalu dalam akan benjolan tersebut, tapi mereka merekomendasikan untuk membawa Carissa ke dokter mata anak di BEC (Bandung Eye Center). Dokter mata membantu membuat janji untuk bertemu Dokter Maya, spesialis dokter mata anak, yang baru bisa saya lakukan setelah keluar dari rumah Sakit.

  • Hari kedua di RS: semalaman nangis terus

Semalaman bayi lelap rooming in di kamar. Hari kedua inipun saya mulai belajar berjalan. Bedanya sama pas ngelahirin Nanu, jaman dulu step setelah SC adalah belajar duduk dulu, besoknya belajar jalan, lah jaman sekarang harus langsung jalan ke kamar mandi dan mandi sendiri kata suster. OMG :)) Proses saya ke jalan sih jangan ditanya ya, dibantu banget sama painkiller. Yang bikin bingung adalah si bayi yang dari sore sampai malam susah nyusu, seperti kesulitan latch on nenen, akhirnya bayi pun nangis terus ga berhenti. Kaya ngga kenyang2. Saya berusaha tenang walaupun ya tetep stress, ditambah perasaan sedih lihat benjolan di mata Carissa. Saya langsung berfikir jangan2 Carissa tongue tie. Saya tetep nyusuin bayi walaupun malam itu bener-bener malam paling melelahkan. Perut masih sakit, bayi nangis terus, walhasil saya ga bisa tidur, plus rooming in pula! Hahaha. RS tempat saya melahirkan memang sangat pro rooming in.

  • Hari ketiga di RS: frenotomy

Alhamdulillah jam 5 pagi bayi diambil suster untuk dimandikan, kesempatan ini saya pakai untuk tidur sebentar. Sekitar jam 7 pagi DSA datang dan sebelum saya cerita, beliau sudah duluan bilang “Ibu sepertinya bayinya tongue tie, dalam semalam beratnya turun 100g. Jadi kalau Ibu mau lebih lancar menyusuinya, harus di frenotomy. Frenotomy ini seperti ditindik bagian bawah lidahnya, setelah itu akan lebih lancar menyusuinya”. Dalam pikiran saya, apalagi ini. Kemarin benjolan, sekarang tongue tie, banyak banget yang buat saya sedih. Tapi saya percaya DSA saya, karena saya juga melihat langsung Carissa semalaman menangis ngga bisa nyusu. Akhirnya saya dan suami pun mengizinkan DSA untuk melakukan tindakan frenotomy. Prosesnya cepet, setelah frenotomy bayi dibawa ke kamar oleh DSA, langsung ditaruh di dada dan diminta untuk disusui, Alhamdulillah, langsung lancar nenennya.

  • Sepulangnya dari RS: bolak balik RS Mata

Sekitar seminggu setelah dilahirkan, saya dan Mas Ewa bolak balik RS Mata untuk mengecek benjolan dan juga flare di mata Carissa. Untuk benjolan sebenarnya dokter mata juga terlihat hati-hati dan bilang bahwa akan diobservasi dulu sampai 3 bulan kedepan. Beliau kasih obat tetes dan obat salep di benjolannya (yang saya browsing untuk mata bintitan) yang harus ditetes ke mata Carissa. Saya lupa dosisnya berapa kali sehari. Yang pasti tiap habis ditetesin, matanya selalu berair dan keluar belek/kotoran mata terus menerus. Sekitar lima harian ditetesin, kalau ngga salah, di suatu malam saya merasa benjolannya makin membesar. Diam-diam tanpa sepengetahuan suami, saya terus2an menangis karena ngga tega lihat Carissa. Bayi perempuan tapi ada benjolan di matanya dan besar… Saya merasa menyesal membawa Carissa ke dokter dan memberinya obat, yang menurut saya malam itu malah memperparah kondisi matanya. Saya nggak akan upload foto pas masih ada benjolan gede banget ini ya, karena saya gak tega, cuma bisa dilihat di foto diatas nah si benjolan itu bisa dua-tiga kali lipat besarnya daripada sebelumnya.

Keesokan harinya, bener2 besoknya setelah saya nangis2 menyesal bawa ke dokter, sewaktu bangun tidur, benjolan di mata itu mendadak HILANG. Iya, hilang, cuma menyisakan merah di kulit yang perlahan hilang jg siang harinya. Saya dan mas Ewa sampai nangis pas lihat benjolan itu ngga ada. Apalagi Carissa bangun langsung senyum. Alhamdulillah, terimakasih ya Allah. Tidak henti-hentinya saya dan suami bersyukur. Seketika saya merasa bahwa keputusan membawa ke dokter mata adalah keputusan tepat. Coba kalau kami terima saja diagnosa bahwa benjolannya itu tumor? Dan ngga melakukan apa2?

Untuk flare, beliau lakukan tes yang fungsinya untuk mengetahui apakah flare itu masih ada atau tidak dan sebahaya apa efeknya. Beliau merasa kemungkinan tidak ada retinopathy karena Carissa bukan bayi prematur. Proses tes nya adalah mata bayi ditetesi semacam obat yang bisa membuat bagian hitam di tengah bola matanya membesar, sehingga bisa dilihat jelas menggunakan kacamata dokter (kacamatanya khusus bentuknya besar kaya buat main games gitu – duh maaf ya ini penjelasannya kurang betul). Setiap habis tes mata saya nangis, karena lihat bayi yang baru satu minggu umurnya nangis2 entah kesakitan atau silau kena cahaya dari kacamata dokter. Alhamdulillah kesimpulan dokter, flarenya sudah hilang. Penglihatan Carissa normal dan tidak terganggu. Allahuakbar, terimakasih ya Allah.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s