The Birth Story of Carissa: part 1

Ceritanya bakalan panjang.. jadi dibagi 2 part aja ya..

Hari ini, tanggal 8 Februari 2018, bayi kecilku tepat berusia 10 bulan. Masih jelas dalam ingatan sekitar sepuluh bulan yang lalu, saat Carissa lahir ke dunia. Sejak awal Cica, panggilan kecil Carissa, lahir ke dunia, saya sudah berencana untuk menulis proses kelahirannya. Namun bulan berlalu, boro2 nulis pas kenaikan bulan, tiap naik bulan aja selalu kelewat. Jadi baru keinget kalau umur Cica nambah itu di tanggal 9 atau 10, bukan tanggal 8. 😆 Kali ini pengen beresin untuk nulis cerita melahirkan Cica.

Cica lahir di usia kandungan 37w6d, jadi belum masuk 38w. Di hari Sabtu, 8 April 2017. Kalau diingat selama hamil Cica tidak ada keluhan atau kerepotan sama sekali. Alhamdulillah 9 bulan hamil tidak ada keluhan sama sekali. Cica dilahirkan dengan proses sc.

Kenapa SC?

Emang Keanu SC juga?

Kan bisa melahirkan VBAC (vaginal birth after caesar), karena jarak melahirkan sudah hampir 6 tahun?

Pertanyaan yang biasa dilontarkan orang tiap mendengar rencana saya melahirkan dengan sc.

Alasannya ya karena memang mentalnya tidak siap untuk VBAC, walaupun jaraknya sudah lama, tapi jujur saya tidak siap untuk VBAC. Suami yang tadinya sangat berharap saya coba VBAC pun akhirnya menyerahkan semua pada saya.

Tadinya pengen melahirkan hari Minggu, biar pas usia bayi 38w. Tapi jatuhnya di tanggal 9 April. Sementara saya ingin bayi lahir di tanggal 7 atau 8. Tanggal 7 sama dengan tanggal kelahiran ayahnya, tanggal 8 adalah angka yang saya suka. Akhirnya diputuskan memilih tanggal 8 April 2017.

Ada dua rumah sakit yang saya pertimbangkan untuk tempat melahirkan Carissa. Keduanya tempat DSOG saya praktek. Setelah survey dan timbang menimbang, akhirnya saya putuskan untuk melahirkan di Limijati. Karena saya merasa lebih nyaman disini. Dari mulai proses mendaftar sampai proses masuk ke dalam kamar, saya merasa nyaman dan lebih aman.

Karena operasi jatuh pada hari Sabtu pagi, saya masuk rumah sakit jumat malam, sekitar jam 18.00 sampai di rs. Setelah mengurus administrasi ini itu, langsung masuk ke dalam kamar dan diperiksa oleh dokter untuk proses operasi besok. Oh ya sebelum masuk RS saya keukeuh pengen makan steak dulu di Glosis, yang mana hal ini membuat saya sangat bersyukur, karena jadi tenaga 😆

Alhamdulillah saya bisa tidur nyenyak malamnya, walaupun dada berdebar2 saking excited nya mau ketemu dengan gadis kecilku. Jam 4 subuh saya sudah bangun, mandi dulu, pake make up tipis2, alis wajib dong 😆shalat subuh, dan menenangkan diri karena sejujurnya saya tegang banget. Tadinya saya dapat jadwal operasi ke 2 (dari total 4 operasi sc yang dijadwalkan ke dsog saya), namun mendadak katanya saya jadi yang pertama. Makin deg-degan lagi deh. Jam 5 pas saya sudah dibawa menuju ruang operasi. Bedanya kali ini adalah suami saya mendampingi proses operasinya. Dulu pas Nanu ngga 😆

Masuk ruang operasi, saya inget banget ruangannya dingin banget, ada dokter kandungan saya, Dr Tono Djuwantono, dr anastesi, dan beberapa tenaga medis. Tegang? Jangan ditanya. Saya takut banget, dzikir terus menerus, sampai akhirnya proses sc pun dimulai. Prosesnya sama kaya pas melahirkan Nanu, bius lokal, dan semua serba cepat. Kali ini saya dengar dengan jelas, suara tangisan bayi. Pas Nanu dulu, saya ngga merasa dengar suara tangisan bayi, padahal katanya keras banget. Tiba2 Mas Ewa yang tadinya ada di sebelah saya, mendadak ngga ada karena harus ikut dokter anak yang membawa bayi kecilku. Dokter anak hanya mengecek semua kesehatan bayi, menyelimutinya, dan membawanya ke atas badan saya. Dimulailah proses IMD. Saya masih ingat banget saya menangis terharu sewaktu Carissa ada di atas dada saya. Semua terasa berjalan mulus, sampai tiba-tiba saya merasa lemas sekali, dan sedikit merasa sakit, dan dokter anak saya teriak “dok ini ibunya udah pucet banget dok,” beliau pun mendekatkan Carissa ke dada saya dan berkata “ayo nak.. bantu bundamu nak”. Saya baru paham maksud dr Frecilia bahwa enyotan bayi bisa melancarkan kontraksi ibunya. Dokter anastesi pun menghampiri saya dan tiba2 saya tertidur.

bersambung ke part 2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s