Dealing With Bag Reseller (my version as written in femaledaily)

Hello semua.. mau sharing ya, pengalaman aku beli di reseller..
Selama kuliah di Belanda aku suka beli tas di ebay, dimana menurut aku lebih aman karena aku bisa authenticate dulu di TPF, lalu transaksi ditengahi sama paypal, sehingga suatu saat ketauan palsu, aku bisa minta refund (dengan bukti surat tertulis dari authenticator). Tapi mengingat skrg aku udah ga di Belanda lagi tp di Indo, dimana disini pajaknya suka ga kira2, aku ga berani lagi belanja di Ebay. Mulailah aku ngelirik reseller2 tas yang bertebaran di FB dan IG. Sebenarnya selama ini aku tuh ngga pernah tertarik beli di reseller Indo, dengan pemikiran aku suka takut kalau barang yang aku dapet palsu, mengingat di Indo ini barang kw bertebaran banyak banget ya… Sampai pada suatu saat aku tertarik ngeliat sebuah tas A di reseller B. Anyway, aku sengaja ga akan tulis detail tas yang aku beli dan nama resellernya ya, akan aku jelaskan kenapa nanti di akhir.

Aku beli sebuah tas di bulan Desember 2013 dengan konsep cod, jadi aku screening langsung tasnya, begitupun suamiku, dan kami berdua merasa bahwa itu asli krn dari baunya dan jg leathernya. Walaupun ini pengalaman pertama aku beli tas brand itu, dan aku pun tidak mengedukasi diri aku dulu sebelum transaksi, aku ngga ngecek apakah model itu ada atau tidak, aku main langsung deal krn harganya murah banget (under 5mio untuk leather), dengan alasan ini udah tas lama makannya murah, dan memang sih tas ini berasa banget sign of use nya alias udah terlihat tua. Sebelum aku transfer, aku tanya lewat WA ke resellernya apakah bisa refund kalau ternyata fake (karena aku akan meng-authenticate ke TPF) dan resellernya bilang bisa (aku mengcapture semua pembicaraan kita by whatsapp).

Beres terima tas itu, walaupun hati pengen buru2 pake, aku pilih buat difoto2 dulu, di authenticate ke TPF, baru deh aku pake setelah terbukti asli. Tiba2 terfikir aku pengen authenticate ke authenticator berbayar supaya lebih afdol, mengingat kadang reseller suka ngeles dan ga mau terima kalo cuma authenticate sebatas TPF doang. Aku pakai jasa authenticate4u, bayar sekitar 7.5 usd, kirim foto2 sedetail mungkin di akhir Desember 2013 (tas masih blm ku pake). Aku pun memutuskan udahlah ga usah di authenticate di TPF, karena pakai authenticator berbayar lebih jos kan tuhh…

Kebetulan authenticate4u ada masalah sama hosting web nya, jadi mereka bilang di FB bahwa semua request authenticate bag tertahan sampai kira2 pertengahan Januari. Selama itu pula si tas belum aku sentuh, krn aku ga mau pake kalo blm ada bukti memang tas itu asli. Iseng2 nunggu jawaban dari Authenticate4u, aku coba authenticate di TPF dan selang beberapa jam keluar jawaban yang bikin aku shock: 100% believe that this is fake. definitely fake. thank you for your great picture, it make us easier to judge that this bag is fake from modaqueen.

Stress ga sih bacanya? Walaupun nominal uangnya hanya under 5mio, tapi buat aku itu tetep uang. Tanpa nunggu balasan Authenticate4u akupun whatsapp reseller tersebut sambil deg2an, karena takut dia ga mau refund. Aku sampe blg: Mba, potong aja fee mba sebagai reseller dr uang yg udah ku transfer, yang penting 90% dr uangku kembali. Karena aku merasa si reseller ini baiiiikkk sekali dan sangat responsive di awal2 kita ngobrol, dan mungkin dia pun hanya sbg reseller, jd dia gak tau jg bahwa barangnya palsu. Dia pun menjawab bahwa dia kaget bahwa itu palsu, dan awalnya dia mempertanyakan kok bisa sih TPF judgje itu palsu padahal kan ga megang? Aku jawab mungkin seri tas tersebut memang ga pernah keluar, dan biar bagaimanapun aku akan stick sama keputusan TPF. Aku ga mau end up sama tas palsu berapapun harganya karena aku ga bisa jual lagi, apalagi di FD (double your money back, duhh jadi rugi bandar yaa hihi). Walaupun dari obrolan terlihat jelas bahwa dia merasa itu asli, krn katanya yang nitip jual ke dia ini barangnya selalu asli, tapi akhirnya dia mau refund dan ga pake debat2 kusir segala, dia bilang bahwa kalau mba ga yakin ya silahkan refund, saya ga mau kehilangan mba sbg customer juga. Detik kita whatsapp an itu juga, uang aku kembali utuh, dan besoknya kurir datang ambil tas tersebut.

Selang beberapa hari kemudian, email dari Authenticate4u masuk dan lagi2 NOT AUTHENTIC. Dan si reseller juga masih kontak aku dan blg: “mba, asal mba tau itu tas auth kok.. beli di Prada outlet..” ya dia masih keukeuh itu asli tp dengan lagi2 kata2 yang baik dan tidak menyerang. Walaupun udah ada bukti tertulis dari Authenticate4u aku ngga merasa perlu membalas dgn berdebat tp aku blg “oh gitu mbaa.. iya maaf ya mba tp sy masih ttp percaya sama TPF” dan dia pun membalasnya tetep ramah dan bilang “gpp kalo mba ga yakin.. jangan kapok ya mbak belanja ke saya”

Karena dia ramah itulah aku memutuskan ga nulis namanya disini dan juga tas yang aku beli, karena aku menghargai kerjaan dia jg sebagai reseller. Reseller jg bukan berarti full salah, bisa jadi mereka jg dikadalin orang yang nitip, menurut pandangan aku ya… Ilmu yang aku ambil dr sini ya aku ngerasa sbg buyer kita harus banyak2 educate diri sendiri dulu sblm tergiur sama harga atau produk yang dijual.. Lalu harus bener2 dealing with trusted reseller karena salah2 kita bisa2 kehilangan uang krn mostly reseller keukeuh barang mereka asli.. Reseller yang baik sih menurut aku ya kaya reseller yang aku dealing ini, mereka tetap bisa diajak diskusi dan ga tiba2 main block atau delete contact. Selain itu juga kalau dealing with reseller kitanya ga boleh males buat authenticate, baik di FD, TPF atau kalau ada budget lebih ya pake jasa authenticator seperti Carol Diva (untuk LV), mypoupette, etinceler (chanel), Authenticate4u, atau Fakespotter. Bener2 pelajaran buat aku, smg bisa jadi tambahan info buat FDers lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s