An Anniversary Letter to My Husband, Fatwa

Postingan blog ini adalah kado dari saya untuk suami saya Fatwa. Ngga mengharapkan apa2 dari postingan ini, cukup dibaca trus dibales dengan peluk cium aja… Hihihi. Happy anniversary ya, Suamiku.. Dibawah ini kado kecil dariku untukmu…

——————————————————————————————————————————————————–

Hari ini, tepat dua tahun yang lalu, di tanggal 23 Juli adalah tanggal dimana Ewa resmi meminta saya dari Bapak. It has been seven years until today since I began to love him, and I never regret in doing so.

Image

Selama dua tahun berumahtangga, banyak hal yang telah kita lalui berdua. Ewa menjadi orang yang pertama yang memberi support penuh sewaktu dokter memvonis ada miom di dalam rahim saya. Dengan penuh kesabaran, Ewa menemani saya ke rumah sakit setiap minggunya untuk memeriksa kesehatan kandungan saya. Ewa siaga mendampingi saya sewaktu saya demam tinggi setelah efek HSG (pembersihan) rahim saya. Ewa selalu menguatkan saya, sewaktu saya menyerah pada setiap rasa sakit yang saya rasakan selama proses tersebut.

Sewaktu saya hamil, setiap bulannya Ewa selalu menemani saya ke dokter untuk memeriksakan kandungan saya. Terkadang ada saat dimana saya mengeluh kesakitan karena miom, dan tanpa mengenal waktu Ewa siap mengantarkan saya ke rumah sakit. Pernah ada suatu saat dimana saya keracunan makanan dan mengalami muntaber jam 02.00 malam, Ewa terus berada di samping saya dan tidak pernah marah sewaktu saya memuntahkan semua makanan yang sudah saya makan. Sewaktu saya masuk rumah sakit keesokan harinya, Ewa tetap menemani saya tanpa mengeluh.

Hingga akhirnya tiba masa kelahiran Keanu, putra pertama saya dan Ewa, buah cinta kami. Ewa siaga menerima dan mengadzani Keanu. Ewa juga menemani saya di ruang recovery pasca Caesar, memegang tangan saya dan menyelimuti saya dengan selimut sewaktu suhu tubuh saya menurun drastis. Setiap saya ingin ke toilet atau belajar jalan, Ewa selalu siap memapah saya. Tidak pernah ada keluhan, tidak juga wajah cemberut terlihat dari diri suami saya tercinta. Ewa juga menjadi orang pertama yang mengajari saya tentang pentingnya ASI ekslusif, yang selalu mensupport saya untuk tidak lelah menyusui Keanu. Ewa juga rela belajar memandikan dan mengganti popok Keanu.

Sekarang, Ewa telah menjadi sosok yang pekerja keras untuk saya dan Keanu. Setiap harinya dia habiskan untuk bekerja. Terkadang dia harus merelakan keinginan pribadinya dikorbankan, hanya untuk bekerja. Kadang, dia masih bekerja sewaktu saya dan Keanu tertidur pulas di kamar. Terkadang, saya suka kangen dengan masa-masa kita nonton tiap minggu, jalan berdua, ngopi-ngopi, bercanda, banyak tertawa melakukan hal-hal bodoh, namun lagi-lagi saya disadarkan bahwa apa yang Ewa lakukan semata-mata hanya untuk masa depan saya dan Keanu. Bahwa Ewa sedang menyiapkan sebuah pohon, yang nantinya buahnya bisa dipetik oleh saya dan juga anak-anaknya.

Berkali-kali kita melalui cobaan hidup, tapi Alhamdulillah dengan segala kekuatan yang kita punya, kita bisa survive. Kedepannya, saya sangat menyadari bahwa Ewa akan menghadapi tantangan baru. Sebuah proyek besar di depan mata, dimana Ewa harus benar-benar full heart dalam menjalankan hal tersebut. Jangan tegang ya Ayah, selalu percaya bahwa apapun cobaannya, Ayah selalu punya Allah, punya Bunda, dan punya Keanu. Bunda yakin, Ayah pasti bisa menyelesaikan semua tugas di masa depan.

Dari Ewa, saya belajar banyak hal. Saya belajar menjadi pribadi yang penuh rasa sayang, ikhlas, bersyukur, dan tidak berhenti belajar. Sifat-sifat itulah yang saya lihat dan saya contoh dari Ewa. Ewa ngga pernah itungan, ngga pernah membenci atau membicarakan orang lain, dan Ewa pun selalu ikhlas mengorbankan keinginan pribadinya, hanya untuk kebahagiaan saya dan juga Keanu.

Terimakasih Ayah, atas seluruh cinta dan kasih sayang yang selalu Ayah berikan untuk saya, dan Keanu. Terimakasih atas segala tenaga, keringat, tangisan dan darah yang rela Ayah berikan untuk kami berdua. Terimakasih untuk tak pernah lelah dalam bekerja, untuk masa depan Bunda dan juga Keanu. To be honest, I can’t give you enough credit for how great you are to us. As a husband, and a dad for the same time.

 “Dear God, thank you for letting me know my husband and let me be part of his life. Please take care of him whenever I’m far from him…”

Image

I love you, Fatwa. I love you for your greatness and your modesty. I love you forever, with all my heart.

——————————————————————————————————————————————————–

Sekian kado dari Bunda untuk Ayah… Semoga Ayah suka, dan Bunda ngga berharap apa-apa walaupun bakal seneng banget sih kalau anniversary hari ini dirayain di PVJ, sambil nonton The Dark Knight Rises plus buka puasa di Pancious #eh. Once again, happy anniversary ya sayang… Semoga selalu sabar menjadi imam buat Bunda dan Keanu… Love you too much!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s